1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Senilai US$252 Miliar, Pemerintah Bangun Ekosistem Bulion

By Teramine EditorialPublished 27 September 20267 min readCompany: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut emas yang disimpan pribadi oleh masyarakat diperkirakan 1.800 ton atau US$252 miliar, dan meminta Pegadaian serta BSI menarik sebagian ke sistem keuangan. Angka itu datang dari Ketua Umum IBMA, bukan dari statistik resmi.

Emas yang disimpan masyarakat Indonesia secara pribadi diperkirakan mencapai 1.800 ton, dengan nilai sekitar US$252 miliar. Angka itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberi _keynote speech_ pada acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

"Tentu dari segi investasi, Pemerintah berharap juga kepada dua _engine bullion bank_ ini, Pegadaian dan BSI untuk tumbuhnya _double digit_. Seperti tadi juga disampaikan Ketum IBMA Ibu Selfie bahwa emas yang ada di bawah bantal itu sekitar 1.800 ton, yang nilainya juga luar biasa yaitu USD252 miliar. Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari USD252 miliar ini, mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan, di bank syariah maupun Pegadaian." — Airlangga Hartarto, siaran pers Kemenko Perekonomian, 20 Agustus 2026.

Pernyataan itu kembali beredar di media nasional pada akhir September 2026. CNBC Indonesia, dalam laporan 27 September 2026, menulis nilai US$252 miliar setara sekitar Rp4.505 triliun pada asumsi kurs Rp17.880/US$. Rakyat Merdeka, pada 21 Agustus 2026, menulis angka yang sama setara Rp4.460 triliun dengan asumsi kurs Rp17.747/US$. Perbedaan itu murni berasal dari kurs yang dipakai masing-masing media.

Angka 1.800 Ton Itu Estimasi Asosiasi, Bukan Statistik Resmi

Satu hal yang perlu dibaca hati-hati: angka 1.800 ton bukan hasil sensus pemerintah. Dalam siaran persnya, Kemenko Perekonomian mencatat Airlangga mengutip Ketua Umum IBMA, Selfie Dewiyanti, yang menyampaikan angka tersebut di forum yang sama.

Artinya, angka itu adalah estimasi asosiasi industri tentang emas yang disimpan sendiri oleh rumah tangga Indonesia — bukan data yang diukur lembaga statistik. Kami menuliskannya di sini karena sumbernya disebutkan, dan pembaca sebaiknya memperlakukannya sebagai perkiraan besaran, bukan angka pasti.

Yang Sudah Dikelola Bank Emas

Ekosistem bulion berjalan lewat dua lembaga yang sudah mengantongi layanan bank emas: PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Angka yang dipublikasikan masing-masing sumber tidak sepenuhnya identik:

SumberAngka yang disebutKeterangan
Kemenko Perekonomian (20 Agustus 2026)153 ton senilai sekitar Rp360 triliun (≈US$20 miliar)disebut sebagai kelolaan dua motor ekosistem bulion; "update terkini kelolaan bank emas telah mencapai 179 ton"
Halaman resmi Pegadaian (20 Agustus 2026)sekitar 177 tonterdiri dari 153 ton dikelola Pegadaian dan 24 ton dikelola BSI
CNBC Indonesia (27 September 2026)Pegadaian sekitar 153 ton, BSI sekitar 20 tondikutip dalam laporan tentang pernyataan Menko

Menurut halaman resmi Pegadaian, capaian itu terjadi satu tahun setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan kegiatan usaha bullion atau Layanan Bank Emas. Halaman yang sama menyebut Presiden mengapresiasi capaian tersebut dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026.

IBMA: Wadah Baru Pasar Bulion

IBMA resmi dibentuk pada 18 Agustus 2026 dan diluncurkan dua hari kemudian di Jakarta. Asosiasi ini menghimpun pelaku hulu sampai hilir: perusahaan pertambangan emas, pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, pedagang emas batangan (_bullion dealer_), perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan non-bank yang berizin di bidang industri bulion, serta bank bulion.

Sebelas _founding members_ yang disebut dalam siaran pers Kemenko Perekonomian dan halaman Pegadaian adalah PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana (CMK), PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), dan PT Laku Emas Indonesia. Ketua Umumnya Selfie Dewiyanti, dengan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.

Airlangga menempatkan asosiasi ini sebagai katalis industri:

"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional." — Airlangga Hartarto, dikutip halaman resmi Pegadaian, 20 Agustus 2026.

Presiden Prabowo sendiri, menurut siaran pers Kemenko Perekonomian, menyebut bank emas dalam pidato 14 Agustus 2026 sebagai salah satu pendukung ekonomi nasional, di samping pertumbuhan ekonomi semester I-2026 sebesar 5,45 persen.

Empat Prioritas Pemerintah untuk Ekosistem Bulion

Siaran pers Kemenko Perekonomian merinci arah penguatan pasar bulion dalam empat hal:

  • Arsitektur pasar emas yang terintegrasi — kegiatan usaha bullion, _refinery_ dan manufaktur, perdagangan fisik, bursa komoditas, ETF emas, kliring, dan _settlement_.
  • Standar, data, dan keterlacakan — IBMA didorong mendorong _gold registry_, _Indonesia Gold Traceability System_, kajian rantai pasok, standardisasi _Responsible Gold_, serta basis data dan statistik industri.
  • Debottlenecking kebijakan — IBMA diharapkan menyusun _policy issue map_ berdasarkan urgensi dan dampak ekonomi sebagai basis kajian regulasi.
  • Edukasi, literasi, dan posisi internasional — termasuk membangun _signature conference/expo_ berskala internasional.

Dua tenggat yang disebut dalam dokumen yang sama:

WaktuAgenda
1 Januari 2027Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai berjalan, diarahkan memperkuat _price discovery_ dan pembentukan _Indonesia Reference Price_
2027Arah Kebijakan Ekonomi 2027 menempatkan bulion dan IBMA sebagai salah satu fokus strategis dalam revitalisasi sektor ekonomi, bersama bursa komoditas mineral dan _Indonesia Reference Price_

Perbandingan dengan Stok Emas Negara Lain

Untuk memberi skala, Menko Perekonomian membandingkan angka 1.800 ton dengan stok emas beberapa negara. Angka pembanding ini berasal dari pemberitaan, bukan dari dokumen resmi yang kami baca, dan yang perlu diperhatikan adalah basisnya berbeda: stok emas negara umumnya mencatat cadangan resmi, sedangkan angka Indonesia adalah emas milik rumah tangga.

Negara / kelompokTon
Amerika Serikat8.133
China2.331
Indiasekitar 880
Indonesia (emas masyarakat, estimasi asosiasi)1.800
"Kalau Indonesia 1.800 ton, itu sudah langsung di bawah mereka (China dan AS) semua. Karena India 880 ton." — Airlangga Hartarto, dikutip Rakyat Merdeka, 21 Agustus 2026.

Simpanan Emas Belum Punya Skema Penjaminan

Ada satu syarat yang belum selesai dan disebut terbuka oleh banknya sendiri. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan produk simpanan emas belum memiliki skema penjaminan:

"Ya, sekarang sih memang belum ada. Jadi memang karena fisik emasnya ada di kita, transaksinya adalah emas ke emas, _gold to gold_. Jadi paling tidak itu jadi _underlying_-nya." — Anggoro Eko Cahyo, dikutip Rakyat Merdeka, 21 Agustus 2026.

Menurutnya, BSI sudah membicarakan penjaminan simpanan emas dengan Bank Indonesia, dan dalam jangka panjang perlu ada pihak yang menjamin agar pengelolaan tidak bergantung pada bank saja: "Idealnya harus ada yang jamin, ya kan nggak bisa BSI sendirian yang melakukan."

Anggoro juga menyatakan BSI telah memegang izin untuk menjalankan usaha simpanan emas, dan kini menyiapkan sistem, model bisnis, serta pasar yang akan dibidik sebelum produk diluncurkan. "Karena ini baru buat kita, kita mau bangun sistemnya dulu. Kita pendatang baru, jadi mesti hati-hati juga. Izinnya sudah punya, tinggal menyiapkan bisnis modelnya dan _market_-nya," ujarnya.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

  • Rantai emas domestik mendapat insentif baru. Arah yang dinyatakan pemerintah adalah menahan nilai tambah di dalam negeri — dari pertambangan dan pemurnian sampai perdagangan dan jasa keuangan.
  • Instrumen berbasis emas akan bertambah. Halaman Pegadaian menyebut penguatan ekosistem membuka layanan seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, sekaligus memperdalam pasar (_deeper market_) dengan likuiditas yang lebih baik.
  • Harga bisa bergeser ke acuan dalam negeri. Jika bursa komoditas dan _Indonesia Reference Price_ berjalan sesuai jadwal yang disebut, titik acuan harga emas nasional tidak lagi sepenuhnya mengikuti pembentukan harga di luar negeri.
  • Penjaminan masih menjadi ganjalan. Selama skema penjaminan simpanan emas belum ada, daya tarik memindahkan emas fisik ke lembaga keuangan akan bergantung pada kepercayaan dan standar keterlacakan yang sedang dibangun.

Perusahaan yang mempersiapkan kerja sama, perizinan, atau kemitraan di rantai ini dapat melihat opsi kemitraan pada halaman [Marketplace](/id/marketplace) kami.

Catatan Teramine

Bagian Catatan Teramine ini adalah analisis editorial kami, bukan pernyataan fakta maupun pernyataan pemerintah.

Yang menarik dari rangkaian ini bukan angka 1.800 ton, melainkan urutan pembangunan yang dipilih pemerintah: infrastruktur pasar lebih dulu, insentif menyusul. Asosiasi industri, bursa, acuan harga, dan sistem keterlacakan dibangun sebelum uang rumah tangga diarahkan masuk. Bagi investor dan perusahaan tambang emas, dampak yang paling cepat terasa justru dari sisi permintaan domestik dan standar — bukan dari perubahan tarif atau royalti.

Dua hal yang kami tandai sebagai belum pasti. Pertama, angka 1.800 ton bersumber dari estimasi asosiasi yang dikutip pejabat, sehingga tidak dapat dipakai sebagai dasar perhitungan bisnis tanpa verifikasi lanjutan. Kedua, kami belum membaca aturan pelaksana bertanggal tetap untuk bursa dan _Indonesia Reference Price_ selain penyebutan 1 Januari 2027, sehingga jadwal itu sebaiknya dibaca sebagai rencana yang masih menunggu turunan teknisnya.

Sumber

Artikel ini disusun dari siaran pers Kemenko Perekonomian, keterangan resmi Pegadaian, serta dua laporan media. Seluruh kutipan adalah kutipan langsung dari pejabat yang disebutkan, dan tidak ada angka dalam artikel ini yang tidak berasal dari empat halaman di bawah.

Sources & References

According to an official statement from Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian — siaran pers HM.02.04/268/SET.M.EKON.3/08/2026, "Pembentukan Ekosistem Bulion yang Kuat dan Terintegrasi untuk Revitalisasi Sektor Ekonomi Nasional", Jakarta, 20 Agustus 2026 (angka 1.800 ton dan US$252 miliar yang dikutip Menko dari Ketua Umum IBMA; kelolaan 153 ton ≈ Rp360 triliun ≈ US$20 miliar dan pembaruan 179 ton; empat prioritas penguatan ekosistem; 11 founding members IBMA; Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai 1 Januari 2027 dan Indonesia Reference Price; pidato Presiden 14 Agustus 2026), …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

This article was rewritten with added context and data. Original sources are listed for transparency.

EmasBullion BankIBMAPegadaianBSIHilirisasiIndonesia Reference Price
Share

Related Mining Opportunities

Mining projects currently offered on Teramine for this commodity.

Browse Mining Opportunities

Looking for mining investment opportunities in Indonesia?

Browse IUP projects available for take over, joint operation and joint venture on Teramine.

Explore Mining Opportunities

Own a mining asset or project?

Publish your mining opportunity to Teramine's investor network.

Submit Mining Opportunity

Layanan Terkait

Ada Pertanyaan?

Konsultasi gratis dengan tim ahli kami

Hubungi Kami